Sabtu, 23 Februari 2013

Orde Reformasi


Indonesia pada Masa Pemerintahan Presiden BJ.Habibie
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgijQsbzAfzIyiSxygpnlC7cbXTL7gnfKDp14g638QAVIUTDeHYjiaEAtXNwBJBiiNqfpd8T_-mmnOZ0-sN7AdF2Fh1uu24UZHY7diIPEBTTtMNbsiOWiNiRM17BF5fiDRJicCo8mG9F2Y/s200/images.jpg

Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
  • Kebijakan- kebijakan pada masa pemerintahan B.J. Habibie:
1.         Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan
Dibentuk tanggal 22 Mei 1998, dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari Golkar, PPP, dan PDI.
2.        Mengadakan reformasi dalam bidang politik
Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan, mengadakan pemilu yang bebas, rahasia, jujur, adil, membebaskan tahanan politik, dan mencabut larangan berdirinya Serikat Buruh Independen.

3.        Kebebasan menyampaikan pendapat.
Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
4.       Refomasi dalam bidang hukum
Target reformasinya yaitu subtansi hukum, aparatur penegak hukum yang bersih dan berwibawa, dan instansi peradilan yang independen. Pada masa orde baru, hukum hanya berlaku pada rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan bila berhubungan dengan penguasa.
5.       Mengatasi masalah dwifungsi ABRI
Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap sesuai dengan tuntutan masyarakat, secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan memusatkan perhatian pada pertahanan negara. Anggota yang masih menduduki jabatan birokrasi diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk berkarier di sipil. Dari hal tersebut, keanggotaan ABRI dalam DPR/MPR makin berkurang dan akhirnya ditiadakan.
6.       Mengadakan sidang istimewa
Sidang tanggal 10-13 November 1998 yang diadakan MPR berhasil menetapkan 12 ketetapan.
7.       Mengadakan pemilu tahun 1999
Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung, bebas, rahasia) dan JURDIL (jujur dan adil).
  • Masalah yang ada:
Ditolaknya pertanggung jawaban Presiden Habibie yang disampaikan pada sidang umum MPR tahun1999 sehingga beliau merasa bahwa kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai presiden lagi sangat kecil dan kemudian dirinya tidak mencalonkan diri pada pemilu yang dilaksanakan.

B. Indonesia pada Masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivHltxP2k7Dpdhh5Pp96fKMCWXTgkd2sav-kG1Tq-ZMISrML_RcWS97qNfvWtwHUAfUEGKz8nj_4RbgTYqaM8rdpqZE4sqPsyyzsV_R9jEsJ72ubFknN2O_SpnxuxODtRnUdsaEZ4MqSI/s200/20010428_Abdurrahman_Wahid-L.jpg
  • Kebijakan-kebijakan pada masa Gus Dur:
  • Masalah yang ada:
    • Gus Dur tidak mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan TNI-Polri.
    • Masalah dana non-budgeter Bulog dan Bruneigate yang dipermasalahkan oleh anggota DPR.
    • Dekrit Gus Dur tanggal 22 Juli 2001 yang berisikan pembaharuan DPR dan MPR serta pembubaran Golkar. Hal tersebut tidak mendapat dukungan dari TNI, Polri dan partai politik serta masyarakat sehingga dekrit tersebut malah mempercepat kejatuhannya. Dan sidang istimewa 23 Juli 2001 menuntutnya diturunkan dari jabatan.
1.         Meneruskan kehidupan yang demokratis seperti pemerintahan sebelumnya (memberikan kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat minoritas, kebebasan beragama, memperbolehkan kembali penyelenggaraan budaya tiong hua).
2.        Merestrukturisasi lembaga pemerintahan seperti menghapus departemen yang dianggapnya tidak efesien (menghilangkan departemen penerangan dan sosial untuk mengurangi pengeluaran anggaran, membentuk Dewan Keamanan Ekonomi Nasional).
3.        Ingin memanfaatkan jabatannya sebagai Panglima Tertinggi dalam militer dengan mencopot Kapolri yang tidak sejalan dengan keinginan Gus Dur.
C.  Indonesia pada Masa Pemerintahan Megawati Soekarno Putri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1FxeJnQTe2p7WhqlvECmHzB0FyXscflMIn95uGbiQ7HLBB-gHpyKq0cGrEs2Sh5flmYBK355Li5qMJT0ENMbO1VztiIHar0Xn3hBa4M5uUaWGX68dwMBsYhN4mbFLjWDeADVwyhMHUKg/s200/images2.jpg

Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain:
a)    Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
b)   Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
c)    Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
  • Kebijakan-kebijakan lain pada masa Megawati:
o   Memilih dan Menetapkan
Ditempuh dengan meningkatkan kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan. Upaya ini terganggu karena peristiwa Bom Bali yang mengakibatkan kepercayaan dunia internasional berkurang.
    • Membangun tatanan politik yang baru
Diwujudkan dengan dikeluarkannya UU tentang pemilu, susunan dan kedudukan MPR/DPR, dan pemilihan presiden dan wapres.
    • Menjaga keutuhan NKRI
Setiap usaha yang mengancam keutuhan NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh, Ambon, Papua, Poso. Hal tersebut diberikan perhatian khusus karena peristiwa lepasnya Timor Timur dari RI.
    • Melanjutkan amandemen UUD 1945
Dilakukan agar lebih sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.
    • Meluruskan otonomi daerah
Keluarnya UU tentang otonomi daerah menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang pelaksanaan otonomi daerah. Karena itu, pelurusan dilakukan dengan pembinaan terhadap daerah-daerah.
Masalah yang ada:
Tidak ada masalah yang berarti dalam masa pemerintahan Megawati kecuali peristiwa Bom Bali dan perebutan pulan Ligitan dan Sipadan.
D. Indonesia pada Masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibboXJ0LtBT8YHwXrLeN5GHbH41w8K8h5G4e4FiEwVBBo8CuKUpm8vQ6i8FZlZ0jEnj4OTrQSlKuQDl5iVpSsHMvLKH7emxAcEcveo9PkEQ4YRLiOYTfGZpz5tbs-JsAMv_szYw8T6GMg/s200/timthumb.php.jpg
Pada masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
  • Kebijakan-kebijakan lain yang dilakukan pada masa SBY:
    • Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan APBN.
    • Konversi minyak tanah ke gas.
    • Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB.
    • Buy back saham BUMN
    • Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil.
    • Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
    • Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan “Visit Indonesia 2008
    .
    • Pemberian bibit unggul pada petani.
    • Pemberantasan korupsi melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).



  • Masalah yang ada:
1.         Masalah pembangunan ekonomi yang ala kadarnya sangat memperihatinkan karena tidak tampak strategi yang bisa membuat perekonomian Indonesia kembali bergairah. Angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi.
2.        Penanganan bencana alam yang datang bertubi-tubi berjalan lambat dan sangat tidak profesional. Bisa dipahami bahwa bencana datang tidak diundang dan terjadi begitu cepat sehingga korban kematian dan materi tidak terhindarkan. Satu-satunya unit pemerintah yang tampak efisien adalah Badan Sar Nasional yang saat inipun terlihat kedodoran karena sumber daya yang terbatas. Sementara itu, pembentukan komisi dll hanya menjadi pemborosan yang luar biasa.
3.        Masalah kepemimpinan SBY dan JK yang sangat memperihatinkan. SBY yang ‘sok’ kalem dan berwibawa dikhawatirkan berhati pengecut dan selalu cari aman, sedangkan JK yang sok profesional dikhawatirkan penuh tipu muslihat dan agenda kepentingan kelompok. Rakyat Indonesia sudah melihat dan memahami hal tersebut. Selain itu, ketidakkompakan anggota kabinet menjadi nilai negatif yang besar.
4.       Masalah politik dan keamanan cukup stabil dan tampak konsolidasi demokrasi dan keberhasilan pilkada Aceh menjadi catatan prestasi. Namun, potensi demokrasi ini belum menghasilkan sistem yang pro-rakyat dan mampu memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tetapi malah mengubah arah demokrasi bukan untuk rakyat melainkan untuk kekuatan kelompok.
5.       Masalah korupsi. Mulai dari dasar hukumnya sampai proses peradilan, terjadi perdebatan yang semakin mempersulit pembersihan Republik Indonesia dari koruptor-koruptor perampok kekayaan bangsa Indonesia. Misalnya pernyataan JK yang menganggap upaya pemberantasan korupsi mulai terasa menghambat pembangunan.
6.       Masalah politik luar negeri. Indonesia terjebak dalam politk luar negeri ‘Pahlawan Kesiangan’. Dalam kasus Nuklir Korea Utara dan dalam kasus-kasus di Timur Tengah, utusan khusus tidak melakukan apa-apa. Indonesia juga sangat sulit bergerak diantara kepentingan Arab Saudi dan Iran. Selain itu, ikut serta dalam masalah Irak jelas merupakan dikte Amerika Serikat yang diamini oleh korps Deplu. Juga desakan peranan Indonesia dalam urusan dalam negeri Myanmar akan semakin menyulitkan Indonesia di masa mendatang. Singkatnya, Indonesia bukan lagi negara yang bebas dan aktif karena lebih condong ke Amerika Serikat.
7.       Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif.


Minggu, 30 Desember 2012

Manfaat Komputer Dalam Kehidupan Sehari-hari

Komputer seringkali dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari baik digunakan untuk meringankan pekerjaan maupun untuk bekerja. Fungsi yang sering kali dimanfaatkan oleh manusia diantara :
1.      Mempermudah Pengetikan
Dulu orang-orang menggunakan mesin tik untuk menulis, maka setiap kali orang itu salah ketik, kertas akan langsung disobek dan kembali mengetik ulang. Dan lagi dokumennya tidak dapat di edit, sementara jika kita menggunakan komputer, kita bisa delete kesalahan dan mengedit dokumen tersebut.
2.      Sarana Komunikasi
Pada zamannya, orang-orang berkomunikasi menggunakan fasilitas telepon, dimana kita hanya dapat berinteraksi melalui suara saja. Tapi, dengan adanya komputer kita dapat :
·         Berkomunikasi melalui Webcam
·         Melakukan Chatting
·         Mengirim file gambar ataupun audio melalui e-mail.

3.      Sarana Hiburan
Dengan adanya komputer, kita tidak hanya melakukan refreshing dengan menonton TV, mendengarkan radio, atau sekedar membaca Koran dan majalah. Melainkan, kita dapat menghibur diri dengan fasilitas yang terdapat pada komputer seperti :
·        Bermain Video Games Offline ataupun Online
·         Chatting atau Webcam dengan teman.

4.      Alat Pendidikan
Mayoritas sebuah pendidikan di dapatkan dari buku. Beberapa juga bisa memanfaatkan televisi, radio maupun media cetak lain. Tapi, berkat teknologi yang makin berkembang, komputer pun kini bisa dijadikan sebagai sarana pendidikan. Dengan menggunakan program tertentu maupun internet. Baik murid maupun guru sering kali mengambil materi dari internet itu sendiri.
5.      Pembelajaran Otodidakidak banyak orang yang mampu mengambil beberapa kursus sekaligus. Belum tentu juga mereka mampu menyisihkan waktu untuk melakukan kursus diluar jam sekolah. Oleh karenanya, setiap kali ada waktu luang, mereka menyisihkan untuk mencari materi di internet. Untuk kemudian di pelajari sendiri, secara otodidak. Tentunya, selain menghemat waktu, hal ini juga mampu menghemat kantong.
6.      Sarana Informasi
Dengan adanya komputer (yang terhubung internet) kita bisa mencari banyak informasi. Mulai berita terbaru, travel, produk terbaru, perdangan maupun politik.
7.      Sarana Usaha
Selain sebagai sarana informasi, pendidikan dan digunakan untuk mempermudah suatu pekerjaan, komputer juga bisa di manfaatkan untuk usaha seperti warnet, usaha design arsitektur, usaha video editing maupun percetakan dan sablon.
Sering kali komputer digunakan sebagai alat control jarak dekat maupun jauh untuk memantau keadaan perusahaan itu sendiri. Baik mengontrol escalator, tata lampu traffic jalanan, maupun memantau CCTV.
9.      Pemanfaatan Pada Bidang Kesehatan
Di zaman yang serba canggih ini, pada bidang kesehatan pun sudah mulai memanfaatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas. Diantaranya adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra Sonografi). 
10. Pemanfaatan Pada Bidang Keamanan
Bidang pertahanan dan keamanan juga masuk dalam salah satu manfaat komputer di berbagai bidang. Dengan adanya komputer, setiap negara bisa memperkuat barisan pertahanannya dari serangan luar. Peralatan canggih yang ada untuk bertahan dan menyerang juga di kendalikan komputer.

8.      Sarana Pengontrolan

Cara Mencegah HIV-AIDS

1. Hindari Kontak dengan Darah yang terinfeksi HIV Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

 2. Hati-hati dengan Jarum suntik dan peralatan Bedah Obat infus, jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata,, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah:
* Jangan menggunakan kembali Alat suntik sekali pakai.
* Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
* Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
* Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.

3. Gunakan Kondom Cara lain untuk penularan HIV adalah melalui kontak seksual tidak terlindungi. kondom adalah baris pertama pertahanan Anda untuk menghindari terinfeksi HIV. Hal ini sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak hanya akan mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV, tetapi juga dapat melindungi diri dari infeksi menular seksual lainnya. kondom Lateks adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat menggunakan kondom polyurethane. Jangan menggunakannya kembali dan pastikan bahwa tidak ada yang rusak di hambatan saat menggunakannya.

4. Hindari Seks Bebas HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.